Jl. Yos Sudarso No 177, Pangkalpinang
085157844468

Daun Ketapang, Potensi Ekspor Unik yang Cemerlang

Di publish pada

Daun Ketapang, Potensi Ekspor Unik yang Cemerlang
Daun Ketapang, Potensi Ekspor Unik yang Cemerlang

“Ekspor itu harus kontainer-an, punya pabrik besar, ngurusnya ribet, dan biayanya mahal!” komentar sebuah akun di sebuah postingan Instagram @beacukairi. Namun, pernyataan tersebut sama sekali tidak menggoyahkan semangat Lukman (37) seorang pengusaha muda asal Bangka Belitung yang mampu menangkap potensi Daun Ketapang dan berhasil mengekspor Daun Ketapang ke berbagai manca negara seperti Amerika, Turki, Jepang dan Jerman. Karena sangat mudah ditemukan di berbagai daerah dan tidak dimanfaatkan, kebanyakan orang belum tahu bahwa Daun Ketapang yang biasa berakhir menjadi bahan mainan anak-anak kecil atau hanya berakhir di pembakaran sampah, ternyata memiliki nilai jual yang lebih, bahkan dapat menjadi hasil pertanian yang bisa diekspor dengan harga tinggi.

Daun Ketapang dengan nama ilmiah Terminalia Catappa merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk menstabilkan kandungan pH atau tingkat keasaman air, menyerap senyawa berbahaya, dan mencegah perkembangan jamur serta bakteri. Di dalam Daun Ketapang terdapat kandungan senyawa Tannin yang cukup tinggi, dimana senyawa ini bermanfaat sebagai anti-bakteri alami. Sehingga, Daun Ketapang sangat baik digunakan dalam kegiatan industri perikanan seperti budidaya ikan dan udang, sebagai produk pengobatan alami dan perawatan ikan yang tentunya ramah lingkungan. Daun Ketapang dipilih sebagai komoditas ekspor karena tingginya potensi pertumbuhan tanaman Ketapang di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta permintaan yang akan tetap ada di pasar internasional.

daun-ketapang

Hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil. Pepatah ini cukup menggambarkan awal perjalanan keberhasilan Lukman dalam menjadi eksportir Daun Ketapang yang sukses. Tentu, tidak ada proses yang terasa mudah. Sebagai seorang direktur perusahaan yang dipimpinnya, PT Central Charcoal Babelindo yang berbasis di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, banyak hambatan dan kendala yang dihadapi pada saat awal meneliti terkait Daun Ketapang dan menggali informasi mengenai perizinan, tata cara ekspor serta keperluan yang dibutuhkan terkait produk Daun Ketapang yang akan diekspor ke berbagai pihak, salah satunya adalah Bea Cukai.

Salah satu bentuk dukungan Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai untuk perkembangan UMKM dan IKM dalam rangka memperkuat perekonomian adalah dengan memberikan asistensi ekspor. Program ini ditujukan agar Bea Cukai menjadi sebagai insight driven dalam memicu pertumbuhan ekspor, khususnya ekspor komoditas unggulan daerah. Hal ini sejalan dengan asistensi yang dilaksanakan oleh Tim Klinik Ekspor Jemput Bola (JEBOL) Bea Cukai Pangkalpinang yang diberikan dalam rangka memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh PT Central Charcoal Babelindo dalam persiapan ekspor Daun Ketapang. Setidaknya ada tiga permasalahan yang dihadapi oleh PT Central Charcoal Babelindo, yaitu perizinan, pemasaran dan logistik. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, diperlukan adanya kolaborasi dengan instansi terkait seperti Karantina Pertanian Pangkalpinang, Pos Indonesia, dan Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk hasil yang optimal. Sekarang, mari kita bedah satu persatu, langkah-langkah Tim Klinik Ekspor Jemput Bola (JEBOL) Bea Cukai Pangkalpinang dalam membantu menyelesaikan setiap permasalahan tersebut. 

Pertama, permasalahan perizinan. Dalam memenuhi persyaratan ekspor yang ditetapkan oleh negara tujuan, PT Central Charcoal Babelindo selaku seller/penjual harus menggali informasi melalui diskusi dengan pihak buyer/pembeli untuk mengetahui persyaratan dan spesifikasi produk yang dibutuhkan. Selanjutnya, untuk memenuhi persyaratan perizinan dari negara asal, Tim Klinik Ekspor Jemput Bola (JEBOL) Bea Cukai Pangkalpinang memberikan asistensi mengenai hal-hal terkait legalitas dalam kegiatan ekspor seperti pengurusan NIB, perizinan ekspor serta memberikan fasilitas PT Central Charcoal Babelindo untuk berkonsultasi secara langsung dengan pihak terkait seperti Karantina Pertanian Pangkalpinang dan Pos Indonesia sebagai jasa pengiriman. 

Kedua, permasalahan pemasaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran Daun Ketapang ke manca negara adalah kerja cerdas dalam menjelaskan keunggulan produk, pengetahuan tentang perusahaan potensial yang menjadi target pasar, dan kesabaran dalam melakukan penawaran kepada pembeli. Strategi pemasaran yang efektif meliputi pemilihan negara potensial, penawaran langsung melalui surat elektronik/email, dan promosi melalui media sosial. Terkait dengan hal tersebut, Bea Cukai Pangkalpinang membantu memberikan pelatihan Digital Marketing dengan narasumber yang kredibel, memberikan akses dan relasi kepada PT Central Charcoal Babelindo dengan eksportir berpengalaman, karena proses dalam menemukan pembeli potensial di pasar internasional melibatkan pemahaman produk yang baik, proses persiapan daun, pengemasan, penggalian informasi harga produk dari negara pesaing, dan informasi jasa pengiriman yang akan digunakan. Selain itu, pemetaan pasar potensial dilakukan dengan mempertimbangkan wilayah penyebaran habitat Daun Ketapang yang terbaik, seperti Asia, Amerika, dan Eropa. 

Ketiga, permasalahan pengiriman. Tantangan utama yang dihadapi dalam kegiatan ekspor Daun Ketapang adalah ketersediaan jasa pengiriman yang masih terbatas di Bangka Belitung, yang dimana hal ini mengakibatkan biaya pengiriman yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan pesaing. Dalam hal ini, Bea Cukai Pangkalpinang memfasilitasi PT Central Charcoal Babelindo untuk berkonsultasi langsung dengan perwakilan Pos Indonesia Pangkalpinang terkait hal tersebut. Di sisi lain, PT Central Charcoal Babelindo terus melakukan penawaran kepada pembeli yang telah bertransaksi dengan supplier lain sebelumnya. Untuk mengatur proses pengiriman yang efisien, pihak PT Central Charcoal Babelindo selalu memastikan bahwa produk Daun Ketapang memenuhi standar ekspor, seperti kebersihan dan tingkat kekeringan Daun Ketapang yang akan diekspor. Selain itu, semua persyaratan dan sertifikat yang dibutuhkan oleh negara tujuan juga dipenuhi sebelum pengiriman sehingga pengiriman dapat berjalan dengan aman, lancar tanpa ada suatu kendala apapun.

Setelah menggeluti bisnis ekspor Daun Ketapang sejak tahun 2021, semua kerja keras dan jerih payah Lukman akhirnya membawa hasil dengan tercapainya penjualan pertama produk Daun Ketapang oleh PT Central Charcoal Babelindo ke Amerika Serikat pada bulan November 2022. Selama periode dari September 2022 hingga November 2024, PT Central Charcoal Babelindo telah berhasil melakukan ekspor Daun Ketapang ke beberapa negara. Pada bulan September 2022, mereka mengirimkan 5.000 kantong Daun Ketapang ke Amerika Serikat. Kemudian, pada bulan November 2022, mereka berhasil mengekspor 10.000 kantong Daun Ketapang ke Jepang. Pada bulan yang sama, mereka juga mengirimkan 1 kilogram Daun Ketapang ke Turki dan 1 kilogram ke Jerman.

Pada bulan Desember 2022, PT Central Charcoal Babelindo melanjutkan kegiatan ekspornya dengan mengirimkan sample sejumlah satu kilogram Daun Ketapang ke Jerman. Pada bulan Januari 2023, mereka mengekspor sembilan kilogram Daun Dadap dan Kulit Pohon Ketapang ke Amerika Serikat, serta 3,3 kilogram produk handy craft (dekorasi akuarium) ke Jerman. Pada bulan Mei 2023, mereka berhasil mengekspor 1 ton Daun Ketapang ke Jerman, Pada bulan April 2024, melakukan ekspor sebanyak dua kali, yaitu 323 Box atau 20 ribu bungkus Daun Ketapang ke Amerika dan Jepang, dan terakhir, Pada bulan November 2024, ekspor 82 Box atau 5.000 bungkus Daun Ketapang, Daun Dadap, Daun Kemunting, dan berbagai daun kering lainnya ke United Kingdom.

lukman-nuhung

Keberhasilan Lukman selaku Direktur PT Central Charcoal Babelindo dalam melaksanakan ekspor Daun Ketapang ke berbagai manca negara tentu tak lepas dari niat baik, kemauan belajar tinggi, kerja keras serta sinergi yang baik antara Tim Klinik Ekspor Jemput Bola (JEBOL) Bea Cukai Pangkalpinang dengan instansi/pihak terkait seperti Karantina Pertanian Pangkalpinang, Pos Indonesia dan Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Daun Ketapang yang awalnya tidak dimanfaatkan, setelah dikelola dengan baik ternyata dapat menjadi potensi komoditas unggulan yang dapat membuka banyak lapangan pekerjaan serta meningkatkan ekonomi daerah.

Kesuksesan Lukman juga mematahkan pernyataan di awal tulisan ini, bahwa faktanya ekspor itu mudah dan tidak harus dalam skala besar / kontainer. Selain itu, layanan konsultasi dan asistensi ekspor Bea Cukai dari awal persiapan hingga pelaksanaan ekspor tidak dikenakan pungutan biaya sama sekali, bahkan banyak fasilitas dan juga program terkait Pemberdayaan UMKM dari Kementerian Keuangan. Inilah bentuk komitmen Bea Cukai Pangkalpinang dalam menggali dan meningkatkan potensi ekspor UMKM daerah demi mewujudkan UMKM dan IKM yang dapat melakukan ekspor mandiri, berkelanjutan, dan mampu menciptakan lapangan kerja di Bumi Serumpun Sebalai.

#beritabeacukaipangkalpinang


Isikan nama, email dan komentar Anda

Highlight Kantor Kami

Website KPPBC Tmp C Pangkalpinang